Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 20 November 2015

Asimilasi Budaya di Nusa Tenggara Timur

BAB I

1. Latar Belakang
Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di tenggara Indonesia.
Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain : flores, sumba, timor, alor, lembata, rote, sabu, adonara, solor, komodo, dan palue. Ibukotanya terletak di kupang, Timor Barat.
Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa
Tenggara Timur adalah Flores, Sumba dan Timor Barat.Nusa tenggara timur memiliki beragam kebudayaan dalam hal seni , alat musik , upacara adat , kerajinan tangan, dan sistem agama yang dianut di sana.


2. Tujuan
Tujuan saya membuat makalah tentang perpaduan budaya atau asimilasi  di Nusa Tenggara Timur adalah, untuk membuat saya dan yang membaca makalah ini lebih tau banyak hal tentang budaya yang ada di Nusa Tenggara Timur sehingga menimbulkan rasa kepedulian yang lebih terhadap budaya di indonesia agar terus di lestarikan dan di jaga keaslianya.

BAB II

Unsur Kebudayaan Nusa Tenggara Timur

1. Bahasa-bahasa yang ada di Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur memiliki cukup banyak bahasa yang tersebar pada pulau-pulau, yaitu antara lain:
·         Timor, Rote, sabu, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
Bahasanya menggunakan bahasa Kupang, Melayu Kupang, Dawan Amarasi, Helong rote, Sabu, Tetun, Bural.

·          Alor dan pulau-pulau sekitarnya.
Bahasanya menggunakan Tewo Kedebang, Blagar, Lamuan abui, Adeng,Katola,Taangla, Puji, Kolana, Kui, Pura Kang Samila, Kule, Aluru, Kayu Kaileso.

·          Flores dan pulau-pulau sekitarnya.
Bahasanya menggunakan Melayu, Laratuka, Lamaholot, Kedang, Krawe, Palue, Sikka, Lio, Lio Ende, Naga Keo, Ngada, Ramba, Ruteng, Manggarai, Bajo, Komodo.

·          Sumba dan pulau-pulau sekitarnya
bahasanya menggunakan Kambera, Wewewa, Anakalang, Lamboya, Mambro, Wanokaka, Loli, Kodi.

·         2. SENI NUSA TENGGARA TIMUR
Nusa Tenggara Timur kaya akan seni budaya yang beraneka ragam, hal ini dilatarbelakangi dari kebiasan masyarakat yang gemar menari dan sering diadakannya upacara adat.

I. Lagu Daerah
Lagu Daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur diantaranya:
 Anak Kambing Saya
 Oras Loro Malirin
 Sonbilo
 Tebe Onana
 Ofalangga
 Do Hawu
 Bolelebo
 Lewo Ro Piring Sina
 Bengu Re Le Kaju
 Aku Retang
 Gaila Ruma Radha
 Desaku
 Flobamora
 Potong Bebek Angsa
II. Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur
Alat Musik Tiup

FOY DOA
Kabupaten Ngada Flores yang beribukota Bajawa mempunyai banyak ragam kesenian daerah. antara lain musik Foy Doa.
Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti karena tidak ada peninggalan- peninggalan yang dapat dipakai untuk mengukurnya. Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bamabu keil yang bergandeng dua atau lebih.
Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran.
Sistem penalaan, Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara, hak ini tergantung selera si pemain musik Foy Doa.
Bentuk syair, umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa bertemakan kehidupan , sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bhodha ngongo ngangi rupu-rupu, go-tuka ate wi me menge, yang artinya kami harus rajin bekerja agar jangan kelaparan.
Cara Memainkan, Hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang peniup, sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara.
Perkembangan Musik Foy Doa, Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan seara sendiri, dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito, Thobo, Foy Pai, Laba Dera, dan Laba Toka. Fungsi dari alat-alat musik tersebut di atas adalah sebagai pengiring musik Foy Doa.

SULING
 Umumnya seluruh kabupaten yang ada di NTT memiliki instrumen suling bambu, seperti di Sumba terdapat suling hidung. Namanya demikian karena suling ini ditiup dari hidung. Kalau di Kabupaten Belu terdapat orkes suling dengan jumlah pemain ( 40 orang. Orkes suling ini terdiri dari suling pembawa melodi (suling keil), dan suling pengiring yang berbentuk silinder yaitu, suling alto, tenor, dan bass. Suling pengiring ini terdiri dari 2 bambu yang berbentuk silinder yaitu, bambu peniup berukuran keil dan bambu pengatur nada berbentuk besar.
Suling melodi bernada 1 oktaf lebih, suling pengiring bernada 2 oktaf. Dengan demikian untuk meniptakan harmoni atau akord, maka suling alto bernada mi, tenor bernada sol, dan bass bernada do, atau suling alto bernada sol, tenor mi,dan dan bass bernada do.
Cara memainkan : suling sopran atau pembawa melodi seperti memainkan suling pada umumnya, dan suling pengiring sementar bambu peniup dibunyikan, maka bambu pengatur nada digerakkan turun dan naik, yaitu sesuai dengan nada yang dipilih. Keualui pada sulign bass, bambu peniup yang digerakkan turun dan naik.
Fungsi alat musik suling ini untuk menyambut tamu atau untuk memeriahkan hari-hari nasional.



III. Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur
Upacara Adat Reba dari NTT ini merupakan upacara adat yang bertujuan untuk memberikan penghormatan dan juga ucapan rasa terima kasih kepada jasa para leluhur. Upacara ini biasanya selalu diadakan setiap tahun baru tepatnya di bulan Januari atau Februari dengan hidangan utama berupa ubi. Selama upacara adat Reba juga di iringi dengan tarian dengan penari menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang di bagian ujungnya dihiasi bulu kambing warna putih (tuba). Upacara adat tradisional Reba ini biasanya diselenggarakan selama tiga sampai empat hari.

IV. Kerajinan Tangan Nussa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur memiliki begitu banyak macam kerajinan tangan mulai dari patung kayu, perhiasan perak, sarong ikat, sampai tenunan kotak dari bambu dan tulang.
 Moko dari Alor.
Moko adalah kerajinan tangan dari bahan perunggu yang menggambarkan keunikan cara perdagangan masyarakat pada masa lalu di pulau Alor.
 Sarong Unik dari Sumba.
Sarong ini memiliki keunikan yaitu melukiskan cerita tentang keanekaragaman tradisi kehidupan di pulau ini. Keunikan lain sarong ini yaitu memiliki kemiripan dengan lukisan tembok yang ditemukan dalam Piramida Mesir kuno.
 Gading dari Flores.
Di Flores, Gading digunakan untuk acara adat sebagai harga perkawinan, dan perlu diketahui tidak pernah ditemukan atau tercatat pernah hidup gajah di pulau Flores ini.

4. Sistem agama
Propinsi Nusa Tenggara Timur didominir oleh Agama Kristen (Katholik dan Protestan) dan sebagian Agama Islam. Perkembangan Agama Katholik di sebarkan oleh Bangsa Portugis dan Agama Kristen Protestan di sebarkan oleh Bangsa Belanda. Penyebaran Agama Islam masuk ke Nusa Tenggara Timur melalui pedagang dari Ternate menyebarkan Agama Islam melalui kabupaten Alor. Untuk wilayah Sumba melalui Nusa Tenggara Barat dan dari Pulau Flores melalui Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk Agama Hindu dan Budha penyebarannya melalui pendatang yang melaksanakan tugas di Nusa Tenggara Timur.
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
..... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.
Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.
* Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan sebagai atau agama Abrahamik. Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar.

KESIMPULAN
Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak budaya asli dan ada beberapa hasil percampuran (asimilasi)dalam agama, alat musik,dan lain-lain.Kita sebagai generasi muda harus bisa melestarikan dan bangga akan budaya-budaya yang ada di Indonesia khususnya NTT.


sumber : http://riphti.blogspot.co.id/2013/03/ntt.html