BAB I
1. Latar Belakang
Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak
di tenggara Indonesia.
Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain : flores,
sumba, timor, alor, lembata, rote, sabu, adonara, solor, komodo, dan palue.
Ibukotanya terletak di kupang, Timor Barat.
Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama
di Nusa
Tenggara Timur adalah Flores, Sumba dan Timor Barat.Nusa tenggara
timur memiliki beragam kebudayaan dalam hal seni , alat musik , upacara adat ,
kerajinan tangan, dan sistem agama yang dianut di sana.
2. Tujuan
Tujuan saya membuat makalah tentang perpaduan budaya atau
asimilasi di Nusa Tenggara Timur adalah, untuk membuat saya dan yang
membaca makalah ini lebih tau banyak hal tentang budaya yang ada di Nusa
Tenggara Timur sehingga menimbulkan rasa kepedulian yang lebih terhadap budaya
di indonesia agar terus di lestarikan dan di jaga keaslianya.
BAB II
Unsur Kebudayaan Nusa Tenggara Timur
1. Bahasa-bahasa yang ada di Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur memiliki cukup banyak bahasa yang tersebar
pada pulau-pulau, yaitu antara lain:
· Timor, Rote,
sabu, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.
Bahasanya menggunakan bahasa Kupang, Melayu Kupang, Dawan Amarasi,
Helong rote, Sabu, Tetun, Bural.
Bahasanya menggunakan Tewo Kedebang, Blagar, Lamuan abui,
Adeng,Katola,Taangla, Puji, Kolana, Kui, Pura Kang Samila, Kule, Aluru, Kayu
Kaileso.
Bahasanya menggunakan Melayu, Laratuka, Lamaholot, Kedang, Krawe,
Palue, Sikka, Lio, Lio Ende, Naga Keo, Ngada, Ramba, Ruteng, Manggarai, Bajo,
Komodo.
bahasanya menggunakan Kambera, Wewewa, Anakalang, Lamboya, Mambro,
Wanokaka, Loli, Kodi.
Nusa Tenggara Timur kaya akan seni budaya yang beraneka ragam, hal
ini dilatarbelakangi dari kebiasan masyarakat yang gemar menari dan sering
diadakannya upacara adat.
I. Lagu Daerah
Lagu Daerah yang berasal dari Nusa Tenggara Timur diantaranya:
Anak Kambing Saya
Oras Loro Malirin
Sonbilo
Tebe Onana
Ofalangga
Do Hawu
Bolelebo
Lewo Ro Piring Sina
Bengu Re Le Kaju
Aku Retang
Gaila Ruma Radha
Desaku
Flobamora
Potong Bebek Angsa
II. Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur
Alat Musik Tiup
Alat Musik Tiup
FOY DOA
Kabupaten Ngada Flores yang beribukota Bajawa mempunyai banyak
ragam kesenian daerah. antara lain musik Foy Doa.
Seberapa lama usia musik Foy Doa tidaklah diketahui dengan pasti
karena tidak ada peninggalan- peninggalan yang dapat dipakai untuk mengukurnya.
Foy Doa berarti suling berganda yang terbuat dari buluh/bamabu keil yang
bergandeng dua atau lebih.
Mungkin musik ini biasanya digunakan oleh para muda-mudi dalam
permainan rakyat di malam hari dengan membentuk lingkaran.
Sistem penalaan, Nada-nada yang diproduksi oleh musik Foy Doa
adalah nada-nada tunggal dan nada-nada ganda atau dua suara, hak ini tergantung
selera si pemain musik Foy Doa.
Bentuk syair, umumnya syair-syair dari nyanyian musik Foy Doa
bertemakan kehidupan , sebagai contoh : Kami bhodha ngo kami bhodha ngongo
ngangi rupu-rupu, go-tuka ate wi me menge, yang artinya kami harus rajin
bekerja agar jangan kelaparan.
Cara Memainkan, Hembuskan angin dari mulut secara lembut ke lubang
peniup, sementara itu jari-jari tangan kanan dan kiri menutup lubang suara.
Perkembangan Musik Foy Doa, Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan
seara sendiri, dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan
dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito, Thobo, Foy Pai, Laba Dera, dan
Laba Toka. Fungsi dari alat-alat musik tersebut di atas adalah sebagai
pengiring musik Foy Doa.
SULING
Umumnya seluruh kabupaten yang ada di NTT memiliki instrumen
suling bambu, seperti di Sumba terdapat suling hidung. Namanya demikian karena
suling ini ditiup dari hidung. Kalau di Kabupaten Belu terdapat orkes suling
dengan jumlah pemain ( 40 orang. Orkes suling ini terdiri dari suling pembawa
melodi (suling keil), dan suling pengiring yang berbentuk silinder yaitu,
suling alto, tenor, dan bass. Suling pengiring ini terdiri dari 2 bambu yang
berbentuk silinder yaitu, bambu peniup berukuran keil dan bambu pengatur nada
berbentuk besar.
Suling melodi bernada 1 oktaf lebih, suling pengiring bernada 2
oktaf. Dengan demikian untuk meniptakan harmoni atau akord, maka suling alto
bernada mi, tenor bernada sol, dan bass bernada do, atau suling alto bernada
sol, tenor mi,dan dan bass bernada do.
Cara memainkan : suling sopran atau pembawa melodi seperti
memainkan suling pada umumnya, dan suling pengiring sementar bambu peniup
dibunyikan, maka bambu pengatur nada digerakkan turun dan naik, yaitu sesuai
dengan nada yang dipilih. Keualui pada sulign bass, bambu peniup yang
digerakkan turun dan naik.
Fungsi alat musik suling ini untuk menyambut tamu atau untuk
memeriahkan hari-hari nasional.
III. Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur
Upacara Adat Reba dari NTT ini merupakan upacara adat yang
bertujuan untuk memberikan penghormatan dan juga ucapan rasa terima kasih
kepada jasa para leluhur. Upacara ini biasanya selalu diadakan setiap tahun
baru tepatnya di bulan Januari atau Februari dengan hidangan utama berupa ubi. Selama
upacara adat Reba juga di iringi dengan tarian dengan penari menggenggam pedang
panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang di bagian ujungnya dihiasi bulu
kambing warna putih (tuba). Upacara adat tradisional Reba ini biasanya
diselenggarakan selama tiga sampai empat hari.
Nusa Tenggara Timur memiliki begitu banyak macam kerajinan tangan
mulai dari patung kayu, perhiasan perak, sarong ikat, sampai tenunan kotak dari
bambu dan tulang.
Moko dari Alor.
Moko adalah kerajinan tangan dari bahan perunggu yang
menggambarkan keunikan cara perdagangan masyarakat pada masa lalu di pulau
Alor.
Sarong Unik dari Sumba.
Sarong ini memiliki keunikan yaitu melukiskan cerita tentang
keanekaragaman tradisi kehidupan di pulau ini. Keunikan lain sarong ini yaitu
memiliki kemiripan dengan lukisan tembok yang ditemukan dalam Piramida Mesir
kuno.
Gading dari Flores.
Di Flores, Gading digunakan untuk acara adat sebagai harga
perkawinan, dan perlu diketahui tidak pernah ditemukan atau tercatat pernah
hidup gajah di pulau Flores ini.
4. Sistem agama
Propinsi Nusa Tenggara Timur didominir oleh Agama Kristen
(Katholik dan Protestan) dan sebagian Agama Islam. Perkembangan Agama Katholik
di sebarkan oleh Bangsa Portugis dan Agama Kristen Protestan di sebarkan oleh
Bangsa Belanda. Penyebaran Agama Islam masuk ke Nusa Tenggara Timur melalui
pedagang dari Ternate menyebarkan Agama Islam melalui kabupaten Alor. Untuk
wilayah Sumba melalui Nusa Tenggara Barat dan dari Pulau Flores melalui Sulawesi
Selatan dan Nusa Tenggara Barat. Sedangkan untuk Agama Hindu dan Budha
penyebarannya melalui pendatang yang melaksanakan tugas di Nusa Tenggara Timur.
Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia
dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara
bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad
raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya.
Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat,
manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada
penguasa alam semesta.
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi
dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa
Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur
kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy
and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut:
..... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa
berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang
menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk
mendapatkan kebahagiaan sejati.
Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10
Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama
Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti
misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga memengaruhi kesenian.
* Agama Samawi
Tiga agama besar, Yahudi, Kristen dan Islam, sering dikelompokkan
sebagai atau agama Abrahamik. Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi
yang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar.
KESIMPULAN
Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki banyak budaya asli dan ada
beberapa hasil percampuran (asimilasi)dalam agama, alat musik,dan
lain-lain.Kita sebagai generasi muda harus bisa melestarikan dan bangga akan
budaya-budaya yang ada di Indonesia khususnya NTT.
sumber : http://riphti.blogspot.co.id/2013/03/ntt.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar